Saturday, June 27, 2015

Lanjutan...

Episode 2
Hambatan itu Seni
            Sejak bumi berputar mengikuti lintasannya itulah yang membuat perbedaan waktu siang dan malam “kata guruku SD”. Tapi entah mengapa aku merasakan bahwa sang waktu serasa semakin hari semakin cepat dalam berputar. Apakah itu hanya perasaanku ya…. (bisa jadi gitu). Tapi optiis ajalah mungkin Tuhan melakukan ini, empunyai maksud terindah yang akan ditunjukkan kepadaku ^_^.
Masih dalam edisi lebaran dan mari ini merupakan puasa yang ke-10.  Puji syukur kepada Allah semesta Alam  yang mana sampai detik ini saya masih diberi kesehatan,kekuatan dan masih bisa  menghirup udara yang segar ini. Saya berharap semoga semua makhluk masih tetep bersemangat dalam berlomba-lomba untuk kebaikan. Karena, sepengetahuan saya dalam bulan ramadhan ini Allah SWT memberikan pahala yng berlipat-lipat bagi orang yang menjalankan kebaikan. Amin
Pagi ini, aku ingat tentang sebuah peribahasa bersatu kita teguh brati kalo berdua kita bahagia. Mungkin pernyataan ini pas untuk aku yang saat ini sedang menyelesaikan skripsi. Dalam sebuah proyek besar di stadium akhir kuliah ini, saya membuat TIM GELOMBANG TERAKHIR dalam menghadapi masalah atau rintangan dan kemungkinan-kemungkinan lain yang terjadi di masa proses dan sidang. Nama tim nya belum dikasih nama ya masih sekedar asosiasi mungkin bisa dikatakan semacam itu. Tim ini terdiri dari dua orang yakni saya sendiri dan WAHYU. Aku mengenal wahyu semenjak masuk kuliah dia beasak dari blitar sabelah timur dan saya dari blitar selatan. Hari-hari ini kami mengerjakan skripsi bersama, meski berbeda alur dia menggunakan kualitatif semi PTK dan aku kuantitatif dan semoga dengan terjalinnya asosiasidari kami, bisa menjadi seperti pernyataan diatas berdua kita bahagia. AMIN
Wahyu, merupakan penggiat skripsi yang paling alot dan getol, karena dia sudah hampir 1 semester ini mengerjakan skripsi dan dia masih betah dan setia dengan skripsinya (mungkin mereka jodoh, heeeee). Sudah berkali-kali revisi tapi dia ndak nyerah karena dia mempunyai prinsip “berjuang mati-matian demi selfie pake toga”.
Kemauan dan motivasi merupakan komponen penting yang harus ternanam dalam tubuh seseorang ketika dia memalukan sesuatu. Kemauan dalam diri seseorang merupakan podasi yang harus ditanamkan kuat-kuat dengan begitu maka apapun yang terjadi pasti orang itu tetep pada pendirinnya dan tak akan goyah meski badai mengamuk (apahubungannya). Selanjutnya motivasi disini saya anggap sebagai gizi dan multivitamin yang akan memberikan sedikit kekuatan disaat komponen kemauan sedang melemah. saya pernah membaca bukunya Ippho Santosa kalo ndak salah & keajaiban rezeki yang mana kesuksesan iti 80% berasal dari diri kita sendiri sedangkan 20% berasal dari faktor pendukung. Tapi kalau kliru mohon di benerin ya,,,,, karena mausia itu tempatnya salah dan lupa. J J
Sememnjak saya memasuki stadium akhir kuliah, dulu saya rasa harus semangat 2015 untuk lanjuut dan mengakhiri masa kuliah denagn bahagia. Seiring waktu berjalan, ternyata godaan dalam menjalankan perentah birokrasi kampus semakin hari semakin berat padahal awal januari sudah bisa menuliskan judul untuk dijadikan tugas akhir, sedangkan aku baru bisa membidani sebuah judul di akhir april tanggal 20 yang akan aku ingat selalu karena hari itu bisa diperingati sebelum peringatan hari kartini (senyum puas).
Bukan hanya itu, setelah seminar proposal pengajuan BAB I pun aku lakukan  sampe revisi 3 kali. Okey,,,, aku ndak akan menyerah. Dilanjutin BAB 2 revisi 3 kali juga, alhamdulillan BAB III Cuma 2 kali revisi. Selanjutnya BAB IV dan V juga 2 kali revisi. Tapi aku ndak pernah kapok ya,,, tetep aja ngajuin skripsi di dosen yang sama (memang itu sudah suratan ilahi). Sekarang perlengkapan sksripsi yang terdiri dari abstrak dkk itu dan masih revisi 2 kali skrang dalam proses pngerjaan. DON’T EVER GIVE UP…!!!
ini lah seni dalam pengerjaan skripsi yang akan aku rindukan J J J


Thursday, June 18, 2015

Cerita Stadium Akhir Kuliah

Coretan di Stadium Akhir Kuliah 
 Episode 1
              Tulisan ini menceriterakan tentang reflesksi diri di penghujung kuliah dalam menempuh S-1. Yupz,, hal yang menjadikan gundah gulana dan resah membahana ataupun derita d ujung semester yakni SKRIPSI. Istilah skripsi memang satu kata yang sangat sederhana bahkan tak asing lagi di telinga pada tiap orang yang sedang masuk perkuliahan. Berjuta ekspresi dan pernyataan aku dapatkan ketika pertanyaan tentang skripsi aq lempar ke para mahasiswa semester 8, begitu pula aku yang saat ini tengah memilih skripsi sebagai jalan hidup dalam menempuh kehidupan di semester 8. Karena aku berlatar belakang dari mahasiswa yang suka rame (ikut grup alias organisasi) mungkin memang ditakdirkan Tuhan untuk mengerjakan skripsi dengan santai dan yang paling penting bisa lulus tahun ini meskipun ambil ujian skripsi di gelombang terakhir. Nah, sekarang ini saya sedang kerja keras berjuang mati-matian untuk bisa foto selfie pake toga. (senyum bangga) 
            Detik ini aku sangat bersyukur kepada Tuhan yang merajai dunia kalo orang inggris bilangnya the lord of the world. Meskipun sebenarnya aku mahasiswa TMT (Tadris Matematika) tapi dalam nadiku terdapat aliran darah inggris. Kenapa saya menyatakan seperti itu? Karena ndak tau kenapa kok saya suka sekali bahasa inggis seperti ada chemistry gitu dalam jiwa ini. Meskipun banyak ndak tau artinya yang penting dalam diri ini ada hasrat yang yang mengebu-gebu untuk menguasai bahasa asing itu. Iya, saya bersyukur kepada Tuhan karena saat ini saya masih bisa bernafas, ehmmm… ya pasti tapi yang lebih penting lagi skripsi saya sudah slese bab 1-bab 5. Padahal bulan april kemarin saya baru mengajukan judul dan hasilnya LUAR BIASA. Dulu saya tidak pernah membayangkan akan mampu mengerjakan skripsi sebanyak ini, tapi setelah saya dibimbing oleh Bu Eny Setyowati, saya jadi bisa buat skripsi dengan baik. Trimakasih bu Eni (baca seperti iklan ubat alternatif). 
              Serius, ini merupakan suatu kemajuan yang luar biasa, ulil temen kosku yang ngajukan judul lebih akhir dari pada saya, dia sudah ujian skripsi gelombang 3. Dan saya insya allah dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa akan mengikuti ujian skripsi gelombang 4 (gelombang terakhir) yang akan berlangsung setelah lbaran. Meski begitu saya tidak berkecil hati untuk tetap konsisten dan fokus dalam melangsungkan skripsiku sampe final. 
           Kembali ke topik utama lagi, hari ini merupakan hari pertama puasa di bulan ramadhan 1436H. Meski rasanya agak berbeda di bandingkan dengan zaman waktu saya masih kecil. Hari pertama ini saya habiskan di kos yang tetletak di tak jauh dari kampus, tepatnya di barat kampus. Nah, mitos yang ada bulan ramadhan adalah bulan yang tidak efektif dalam melakukan aktifitas seperti biasanya, saya ambil contoh sekolah-sekolah banyak yang libur, para karyawan pun jam kerjanya dikurangi. Kondisi inilah yang terjadi di bulan ramadhan. Tapi disinni saya belajar untuk belajar produktif. Mulai hari kemarin saya mulai browsing-browsing resep kue, menu buka dan makanan-makanan yang sekiranya mudah dan bahannya mudah didapatkan.hehehe. meski bulan ini aku harus tetep konsen dengan skripsi sekali-kali buat hiburan membuat kue, adalah seni yang menurutku sangat bagus. Pernah suatu hari saya ngampus, niatnya Cuma maen doang. Sesampainya dikampus aku jalan disekitaran kantor jurusan yang pasti di daerah itu slalu bergumul mahasiswa entah semester muda atau semester tua. (kok tua ya,,, mksudnya bukan orang tua yang pakai tongkat gitu tapi mahasiwa stadium akhir alias mahasiswa yang menempuh skripsi). Disitu, saya ketemu temen-temen ya biasanya kalo ketemu temen itu yang ditanyain kabarkan, kalo inii ndak. Ketemu temen yang ditanyain “Sampe bab piro” (sampai bab berapa), “Pie skripsimu?” (bagaimana skripsimu?), “Dosen pembimbingmu sopo?” (dosen pembimbingmu siapa) trus ada yang mengeluh “Ngenteni dosen kat isuk, tibak e kon nemoni sesok” (nunggu dosen sedari pagi, eh,, disuruh nemuin besok), kalu ndak gitu "di-PHP dosen". Huft,,,,,, apa memang benar ndak ada yang dibicarain selain skripsiiiiii,,,,,,,,,,,,,,,,,, telingaku sampai keriting kalo disekitar kantor jurusan dan dengan langkah santai kutinggalkan saja daerah situ, aku menguatkan diri dan berteriak AKU HARUS MOVE ON……… (dilempar sepatu) 
         Selain daerah tadi, satu tempat yang bikin sumpek adalah perpustakaan. Tempat satu ini memang syarat wajib bagi mahasiswa stadium akhir yang sedang menggarap skripsi. Bukan hanya itu mahasiswa yang tidak skripsi pun bermarkas disini. Tidak jauh berbeda dengan suasana di daerah sekitar kajur selagi ketemu temen hal yang diperbincangkan masih dengan topic yang pasti sama SKRIPSI lagi, skripsi lagi. Rasanya pingin hijrah ke planet di planet Mars. (berkhayal dulu). Iya,,,,,iya,,,, saya masih belom selesai skripsinya, tapi Tanya yang laen kenapa? Apa memang mahasiswa stadium akhir, vocab dalam otak isinya di penuhi dengan skripsi aja sich,,,,,,. 
* * * 
           Dari pada di kampus ada polusi skripsi, lebih baek nyari tempat yang nyante, sambil makan-makan di kantin abis itu ngelakuin hal yang menurutku bisa bikin happy (tuh kan pake ingggris lagi)